Mengenai Lubang di Hati & Harus Apa Disaat merasa Hilang, Bingung & Galau

7:14 AM


pic source:google

Sesuai pernyataan pada post sebelumnya disini kubagikan tips umum yang mungkin bisa dieksperimen sendiri, diadaptasi dan disesuaikan dengan gaya teman-teman masing-masing apabila teman-teman mengalami masa galau, krisis, bingung & mentok. Tipsnya akan ada di area akhir tulisan blog ini, dan dalam paragraf selanjutnya aku akan mengkopi-paste sebagian dari tanggapan ku atas e-mail yang dikirimkan Y, yang isinya merupakan penjelasan singkat cepat-cepat mengenai lubang di hati kita:

To: Y

Lewat buku-buku dan informasi2 yang saya terima dan pelajari,saya mulai belajar bahwa pola asuh yang salah dari orang tua/pengasuh/guru sekolah/masyarakat tempat kita dibesarkan, akan menjauhkan kita dari identitas diri kita yang sesungguhnya,
 banyak dari kita dibesarkan dengan 'harapan'/ekspektasi yang kelihatanya 'wajar' di masyarakat, namun tanpa disadari ekspektasi itu justru memberikan tekanan bagi anak dan membentuk kepribadian 'facade/palsu/topeng' pada diri si anak, karena anak itu berusaha untuk menyenangkan orang tuanya namun disaat yang sama ingin mempertahankan identitas dirinya yang sesungguhnya, 

keadaan ini akan menimbulkan 'kebingungan',

Anak yang ingin mengekspresikan kepribadianya yang dianggap 'buruk'oleh orang tua lantas ditekan dengan amarah (dibentak/di suruh diam),diancam,dan sebagainya, segala sesuatu yang tidak familiar bagi si orang tua kebanyakan dianggap buruk dan disalah artikan.

sebagai contoh, adalah orang tua yang memaksakan anaknya untuk les bidang-bidang yang dianggap 'lemah' namun sesungguhnya bidang tersebut bukanlah minat si anak, namun dianggap 'baik' atau sesuai dengan keinginan orang tua, sehingga anak menjadi tertekan, tidak bisa berekspresi, bingung dan lama kelamaan, anak mulai kehilangan identitas dirinya, menjadi pribadi seperti apa yang 'orang tua' mau bukan menjadi dirinya sendiri sebagaiman Tuhan menciptakannya dengan bakat dan kepribadian yang unik. 


Anak juga disuntikan dengan 'false believe' oleh masyarakat/agama yg salah kaprah bahwa kita harus SELALU menuruti keinginan orang tua, ditambah dengan momok 'dosa' , tanpa mempertimbangkan apakah keinginan orang tua tersebut egois/tidak,



Sehingga pada akhirnya anak mulai belajar untuk 'menekan'hasrat dan kepribadiannya yang sesungguhnya dan belajar 'menyenangkan'hati orang tua/teman/guru supaya kita merasa 'diterima' dan 'dicintai', 

disaat ini lah momen dimana kita kehilangan jati diri kita yg sesungguhnya,

Saat kita melakukan sesuatu bukan karena hasrat yg tulus dari hati kita, 
melainkan demi mendapatkan penerimaan/persetujuan/pujian/cinta dari orang lain.



Saat kita belajar menekan kepribadian kita yang sesungguhnya, kita kehilangan kontak dengan jati diri kita yang sesungguhnya..
itu lah salah satu lubang hati kita..itulah mengapa hati kita terasa kosong..
karena kepribadian kita yg sesungguhnya, telah kita kunci, 
karena kita 'takut'
Menjadi diri kita sendiri, 
'takut' tidak dicintai/tidak diterima oleh orang2 disekeliling kita bila kita menjadi diri kita sendiri..



Pahamilah bahwa 'tuntutan' bukanlah tindakan mencintai,



Saat kita melakukan hal2 yg tidak kita hasratkan demi penerimaan orang lain, jiwa kita secara otomatis akan merasa sedih, menderita, dan terluka. 


Kita juga merasa bahwa kita tidak dicintai/tidak dihargai, karena jauh didasar hati kita, kita merasa hanya dihargai saat kita melakukan apa yang menyenangkan orang lain, dan itu melelahkan untuk jiwa kita. 

Buruknya lagi, karena rasa sakit yang kita rasakan di jiwa kita tersebut berlangsung terus menerus,  Kita mulai tidak mampu menampungnya, 
akhirnya banyak dari kita yang memutuskan untuk mengebaskan diri, mengeraskan hati, berpura-pura tidak sakit, dan menciptakan khayalan bahagia untuk menutupi luka yang sesungguhnya berdarah-darah di hati kita,


Kita mulai membangun imej bahwa kita 'bahagia', kita mulai menggunakan berbagai hal untuk memberi kita 'kebahagiaan' sesaat, 
kita mulai membangun hubungan dengan 'candu' ( addiction )



Setiap kali perasaan gelisah, sedih, sakit, khawatir, takut dan amarah menyerang,
Kita langsung menekan perasaan tersebut dan lari ke 'candu' kita supaya kita merasa aman dan bahagia

.

Candu bisa bermacam-macam, bisa orang, pacar, alkohol, obat terlarang, aktivitas tertentu, kopi, makanan terutama yang manis dan berkarbohidrat tinggi, pekerjaan, profesi, pencapaian,hobi,shopping, bahkan kegiatan sosial/agama bisa menjadi candu.



Segala sesuatu yang kita lakukan untuk menghindari perasaan kita yang sesungguhnya adalah candu. (segala sesuatu yang kita pakai untuk lari dari kenyataan )

Segala sesuatu yg kita lakukan dengan impulsif adalah candu,(saat impulsif, kita memiliki perasaan bahwa kita harus melakukan itu saat ini juga/secepatnya, seperti godaan untuk ngemil dan ngunyah disaat bosan, godaan untuk beli baju/sepatu baru saat merasa sedih dll )

Ketergantungan kita pada Candu akan membuat kita semakin jauh dari kepribadian kita yang sesungguhnya, karena kita akan terjebak dalam kebahagiaan semu dan kebohongan, sementara hati kita masih bolong dan merana..

lama kelaman kita juga akan merasa lelah, merasa hal yang dilakukan sia-sia, dan seringkali kehilangan motivasi/gairah hidup karena hal ini..



Menekan kepribadian kita yang sesungguhnya adalah tindakan yang paling merusak yang bisa kita lakukan pada diri kita sendiri, saat kita mematikan koneksi dengan jiwa kita sendiri,
D isaat yang sama kita memblokir koneksi kita dengan Pencipta kita.



Apapun agama dan kepercayaan kita dan bagaimanapun cara kita menyembah dan memanggil namaNya, saya percaya Tuhan itu ada, 

Dia sangat-sangat mencintai kita, siap memberikan apapun yang kita butuhkan dan kita minta namun banyak dari kita yang tidak merasa dicintai, tidak merasa berharga, tidak merasa dicukupi, tidak merasa dilindungi, karena siraman cinta Tuhan tidak bisa meresap di hati kita yang keras, penuh kepalsuan, penuh luka dan kekecewaan.



Itulah lubang terbesar dihati kita, kehampaan dari kehilangan cinta Tuhan.

Itulah kenapa hati kita rasanya bolong, dan apapun yang orang lakukan bagi kita, atau apapun yang kita lakukan/miliki tidak bisa melegakan hati kita.



Seperti yang bisa kamu simpulkan sendiri,
 Bahwa memahami kondisi hati kita yang sesungguhnya, melepaskan topeng kita, akan memberi kita peluang untuk memperbaiki bagian yang rusak dan menyembuhkan bagian yang sakit.


Bagi saya, bisa melihat segala keborokan dan merasakan berbagai bentuk rasa sakit adalah sebuah hal yang baik, kejujuran yang menyakitkan akan membawa kita ke jalan yang lebih baik..
Dibanding kan kebahagiaan semu..
Dan menurut pengalaman saya, semakin banyak saya mengalami perasaan sakit,

Semakin banyak saya disembuhkan..


Ada masa dimana saya merasa seperti berjalan di gua yg gelap tanpa ujung, tanpa harapan dan sepertinya rasa sakit itu tidak akan berakhir dan saya ingin menyerah dan mati saja,


Namun disaat seperti itu, ingatlah untuk jangan menyerah,
berdoa lah dan meminta pertolongan dari Tuhan, 

berdoalah dengan jujur, ekspresikanlah emosimu kepada Tuhan,karena Dia selalu mencintai kita bahkan walau kita berlaku seperti anak kecil dan marah pada-Nya,
 mintalah kekuatan dan cintaNya..dan sepanjang pengalaman saya, saat saya meminta, maka saya selalu mendapatkan bimbinganNya..


Dan Dia akan menolong setiap kita, selalu 
ingatlah bahwa tidak ada orang lain yang bisa menolong kita selain diri kita sendiri,
Tidak ada yang bisa bernafas untuk kita, makan untuk kita, tidur untuk kita,olah raga untuk kita, 
Hidup kita adalah tanggung jawab kita sendiri, termasuk luka hati kita, adalah tanggung jawab kita, dan hanya kita yang bisa menyembuhkannya selain diri kita sendiri, walaupun banyak dari luka kita merupakan hasil perbuatan orang lain, yang sesungguhnya telah diturunkan turun-temurun dari nenek moyang kita. Apabila kita meneruskan kepahitan hati kita dan tidak mengubah kondisi kita saat ini, menanggapi kepahitan dengan getir, menolak membenahi isi hati kita, maka luka dan kepahitan yang sudah berakar itu secara sadar/tidak sadar akan dilanjutkan ke anak cucu kita dan dunia kita tidak akan semakin baik, sebaliknya memburuk.

Karenanya tindakan menyalahkan orang lain (orang tua, keluarga) adalah tindakan sia-sia yang membuang waktu.


Kita harus mengambil keputusan untuk menerima kenyataan bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi di masa lalu, salah siapapun itu, hal buruk telah terjadi, dan jalan terbaik untuk menanggapinya adalah 'menghadapinya' dan 'menyembuhkannya' sampai pengampunan yang tulus bisa kita lepaskan secara alami dari jiwa kita, dan kondisi jiwa kita menjadi jauh lebih indah, menjadikan hidup kita lebih bahagia.

Kalau saya ilustrasikan, jiwa kita ibarat sebuah botol yang didalamnya terdapat banyak lumpur, batu-batu tajam dan gumpalan-gumpalan tanah kotor, yang entah dimasukan oleh siapa, atau mungkin kita masukan sendiri.  

Sebening apapun air yang masuk kedalamnya akan menjadi kotor juga karena kondisi 'botol' kita kotor, cara supaya 'air' jiwa kita bisa murni dan bersih kembali adalah dengan mengeluarkan batu-batu, tanah dan lumpur kotor itu satu persatu, perlahan-lahan, mengelap setiap noda tersebut sampai bersih mengkilap, semakin banyak kotoran yang kita angkat, semakin banyak air murni yang bisa masuk dan mengisi jiwa kita.

Pembersihan ini tentu tidak bisa kita lakukan apabila kita 'mengabaikannya' atau 'menyangkali' keadaan kita

Dari pengalaman saya,
Hal-hal ini bisa membantu kita untuk membersihkan kotoran penyumbat kebahagiaan kita dan menemukan koneksi dengan jiwa kita kembali:

(INILAH BAGIAN TIPS Harus Apa disaat Merasa Bingung,Hilang,Galau & Mentok  )

1.Berdoa, mohonlah petunjuk, bimbingan dari Tuhan, tidak ada duanya dan feedbacknya langsung!perhatikanlah petunjuk yg dikirmkan Tuhan, kita akan dibimbing bertemu orang yang bisa membantu/buku yang tepat/info yang tepat, bereksperimenlah dengan petunjuk Tuhan
. 

2. Mengambil waktu untuk berdiam diri, setiap hari luangkan waktu untuk sendiri, berbicara pada Tuhan dan jiwa kita sendiri, bangunlah kembali koneksi ke jiwa kita dengan membiarkan emosi kita diekspresikan, menangislah, berteriaklah, bergemetarlah, luapkan amarah dengan aman tanpa merusak barang/menyakiti mahluk lain:tonjok bantal sbg contoh

3. Teknis Bernafas dengan diafragma, saat-saat hati bergelora, merasa tidak nyaman di ulu hati atau bagian perut, saat khawatir, takut, migrain, mengalami sakit fisik dan saat mengalami emosi sebagainya, cobalah masuk kamar (menyendiri) mulailah duduk bersila/merebahkan badan dan bernafas dengan diafragma, nafasnya itu seperti bayi, tarik nafas lewat hidung-perut mengembang, buang nafas lewat mulut, perut mengempis, lakukan berulang-ulang dan  tetaplah lakukan walau badan rasanya ingin berhenti dan ingin cepat-cepat melakukan hal lain, lakukan terus kalau bisa sampai akhirnya ingin berteriak, menggerung dan menangis seperti bayi, itulah cara melepaskan beban hati, dengan merasakan emosinya 

4.Terbuka dan aktif mempelajari hal-hal baru, jangan pernah merasa 'sudah tahu', merasa lebih baik dari orang lain, merasa apa yang kita tahu paling benar, karena orang yang benar2 'tahu' mestinya tahu bahwa pengetahuan kita masih sangat sedikit dibandingkan dari apa yang masih bisa kita pelajari, hal-hal baru tercipta setiap detik, kekurangan2 diperbaiki, ilmu pengetahuan selalu di update, jadi jangan pernah berhenti belajar! jangan menjudge sebuah metode baik/buruk sebelum dieksperimen, berpikirlah senetral dan seterbuka mungkin
, pelajari hal-hal yang menarik bagi hati anda 

5.Mulailah bertanggung jawab atas setiap kebutuhan kita, mulai dari uang, makanan, pakaian, kebersihan, kebutuhan emosi, dsb, jangan berekpektasi orang lain harus melakukannya untuk anda,
Apabila menerima bantuan dari orang lain ucapkan terima kasih dengan tulus, dan apabila anda membantu orang lain, janganlah berharap kembali, apabila anda masih berharap kembali dan merasa sakit hati karena harapan anda tidak tercapai, berdoalah pada Tuhan minta ketulusan hati, keikhlasan dan kerelaan..



6. Bersabarlah dengan diri anda sendiri penyembuhan diri dari luka yang sudah terkubur sekian tahun, bahkan luka yang diturunkan turun-temurun dari jaman nenek moyang tidak mungkin bisa hilang dalam satu malam, ada masa dimana mungkin ada merasa kesal dan marah karena rasanya 'PR' anda tidak habis-habis, ekspresikan dan rasakanlah perasaan frustasi anda tersebut dengan cara yang tidak merusak diri, orang lain dan lingkungan, berdoa lah selalu minta kegigihan dan semangat, karena faktor yang menentukan cepat-lambatnya kemajuan diri kita bukanlah 'WAKTU' melainkan 'TEKAD' yang kuat.

7. Fokuslah pada diri sendiri, Jangan membandingkan diri anda dengan orang lain, saat kita mulai membandingkan diri dengan orang lain, kita seolah-olah menaruh diri kita dalam perlombaan lari, yang sesungguhnya sia-sia dan melelahkan. Setiap kita diberikan Tuhan kepribadian dan hasrat yang unik, yang mustahil dapat dibandingkan satu dengan yang lain. Bagi saya sangat masuk akal apabila setiap orang di dunia fokus pada dirinya sendiri, mengkritik diri sendiri, memperbaiki diri sendiri dan mengubah dirinya menjadi lebih baik dibanding sibuk mengurusi kehidupan orang lain, maka kehidupan di dunia ini akan menjadi lebih baik. Bukan berarti kita hidup terpisah masing-masing tanpa orang lain, namun sebaliknya cobalah untuk menjadi mandiri tanpa membebani orang lain dengan permasalahan kita, apalagi melampiaskan persoalan kita pada orang lain yang tidak bersalah

dan mash banyak lagi, namun untuk saat ini sekian dulu.

Saat ini saya juga masih dalam perjalanan dan eksprerimentasi dalam melakukan penyembuhan pada diri saya, dan bagi saya kini hal ini menjadi hal yang seru dan menarik, karena saya menemukan banyak hal tentang diri saya yang sebelumnya tidak pernah saya pahami, dan keseruan lainnya..

Semoga bermanfaat..

Terima kasih atas motivasinya,

Saya jadi ingin menulis lebih sering:)

Tuhan memberkati mu!



With love and sincerity,
Flora


( tulisan saya isinya diinspirasi oleh beberapa buku yang saya baca seperti 'The Homecoming' by John Bradshaw, Body is the Barometer of the Soul by Anne Noontil, Heal Your Own Pain oleh Profesor Luli Faber, dan materi-materi di www.divinetruth.com )

You Might Also Like

5 comments

Popular Posts